Archive for July 17, 2007
Peradaban Islam
Tidak kita pungkiri lagi bahwa kondisi umat islam saat ini tidak dalam kondisi yang ideal. Dari sekian banyak pendapat yang telah aku baca dan pelajari, maka aku berpendapat bahwa masalah umat islam saat ini bukan hanya masalah ideologi keislaman saja, tetapi masalah peradaban.
Memang benar ketika para ulama mengatakan bahwa permasalahan umat karena kita telah jauh dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, dan jalan keluar yang terbaik tentu saja kembali pada ajaran islam yang benar. Tetapi untuk mencapai kondisi yang ideal itu, mungkin akan kurang jika hanya dengan menyeru umat agar kembali ke Al-Qur’an dan As-sunnah, tetapi diperlukan tindakan nyata yang lebih terasa. Untuk itu,kita harus mengetahui apa yang menyebabkan umat islam mulai jauh dari agamanya. Aku yakin setiap muslim pasti ingin masuk surga, dan aku yakin mereka juga tahu kalo untuk itu kita harus mengamalkan ajaran islam dengan utuh. Tetapi kenyataan di lapangan, sebagian besar umat masih merasa acuh terhadap agamanya sendiri. Suatu kondisi yang sangat menyedihkan.
Jadi, ini masalah peradaban dan bukan hanya sekadar masalah ideologi ketuhanan semata. Aku percaya bahwa tidak mudah untuk memurtadkan seorang muslim. Tetapi, aku pernah membaca bahwa tujuan para musuh Allah saat ini lebih diarahkan untuk menjauhkan seorang muslim dari agamanya sendiri. Tentu saja dengan membawa peradaban baru yang menjadikan kita semakin jauh dari pemahaman Al-Qur’an dan As-sunnah yang benar. Dalam hal ini, aku menilai ada perbedaan pendekatan yang dilakukan para kaum kuffar itu terhadap umat islam. Mereka meracuni kaum muda, dan sebagian golongan intelektual muslim dengan pemikiran pemikiran barat dan juga pola hidup yang benar benar jauh dari Islam. Pemikiran dan pola hidup ini dikemas sedemikian rupa sehingga tampak sangat indah dimata umat islam. Hasilnya tampak nyata,dengan banyaknya kaum muda yang muslim tapi perilakunya mengadopsi berbagai gaya hidup yang tampak populer di barat. Di sisi lain, bagi kaum santri yang getol menuntut ilmu agama, dibuat lengah terhadap ilmu keduniawian sehingga kurang bisa mengikuti perkembangan jaman, dan ruang geraknya terbatas pada pengamalan agama yang sifatnya tekstual saja.
Tentu kedua hal diatas adalah hal yang salah karena islam adalah agama yang syumul(menyeluruh) dan kamiil (sempurna). Untuk itu kita harus bisa bangkit dari keterpurukan kita ini dengan memperkuat kepribadian kita sebagai seorang muslim, dan tidak mudah terpengaruh dengan peradaban barat. Peradaban Islam telah membuktikan mampu memakmurkan dunia pada zaman kekhalifahan islam, dan kita harus yakin bahwa kembali kepada Islam bukan berarti kembali pada masa lampau, tetapi kembali kepada kebenaran yang haq, kebenaran yang datang dari zat yang Maha Benar.
Sebagai mahasiswa yang insyaAllah juga sebagai pemuda, disinilah peran kita sangat diperlukan untuk membangun peradaban islam. Dalam hal keduniawian, wajiblah bagi kita untuk menjunjung profesionalisme dalam pekerjaan dan keilmuan kita. Disisi lain, untuk menegakkan islam langkah yang harus kita lakukan tentu saja dengan memahami ilmu diniyah yang mutlak diperlukan untuk membangun peradaban islam yang sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Bersamaan dengan proses pembelajaran ilmu itu kita harus mencoba untuk mengamalkan dan menyampaikan ilmu yang telah kita miliki. Secara garis besar dengan ilmu yang diiringi dengan amal nyata itulah yang semoga mendatangkan keridhoan Allah sehingga dapat tercapai peradaban islam.
Ta’aruf
Kalo tak kenal maka ta’aruf…ungkapan yg sudah umum kita jumpai,apalagi dalam islam semua hamba Allah adalah bersaudara. Persaudaraan di dalam jalan Allah, suatu persaudaraan yang teramat mulia.Namaku Indra Sakti Wijayanto, biasa dipanggil indra. Dilahirkan di Kudus, tapi aku mulai perjalanan hidupku dengan berpindah-pindah tempat, sejak balita sampai awal SD aku besar di Demak (disinilah aku punya rumah yg permanen). tapi aku menghabiskan masa SD sampai awal SMP di karanganyar,Surakarta. Kemudian,dengan ijin Allah,aku justru menamatkan SMP dari kota wali lagi, yah resiko kalo orang tua suka dipindah-pindah kantornya. Kemudian, dengan memberanikan diri, aku melanjutkan SMA ke Semarang. Disinilah perjalanan yang sebenarnya aku mulai karena di kota ini aku mulai hidup lebih mandiri dengan tinggal di tempat kost.
Masa SMA adalah masa yang paling seru, paling tidak yang sempat kurasakan sampai saat ini. Yah, SMA 3 Semarang yang katanya paling favorit di ibukota Jawa Tengah itu cukup membuatku keder juga. Hehe, anak Demak mungkin bisa dianggap sebagai anak desa lah
. Tidak ada yang terlalu istimewa dengan prestasiku di SMA. Alhamdulillah aku belum pernah ikut olimpiade,hahaha.. Di SMA 3 aku sempat mengikuti organisasi Paskibar(Pasukan Pengibar Bendera), yang keren abis. Aku berani bilang kalo Paskibar SMA 3 Semarang merupakan yang terbaik di jawa tengah jika diukur dari konsistensi lomba dan seleksi paskibraka (yah, meskipun untuk paskibraka memang lebih didominasi SMA TN). Paskibar telah banyak mengubah paradigmaku dalam berpikir dan bersikap. Namun sayang, citra organisasi yang lekat dengan hal hal yang berbau kedisplinan (mirip, tapi sangat beda, dengan militer) ini agak teroreng dengan adanya berbagai kasus kekerasan di IPDN.
Lulus SMA, aku terdampar di kampus cap Gajah sampai saat ini, tepatnya di departemen Informatika. Kampus yang katanya termasuk yang paling baik ini, menjadi incaranku setelah sebelumnya sempat diterima di tes masuk STT Telkom dan UGM. Di ITB, masuknya butuh perjuangan tetapi untuk lulus tanpa sia-sia juga bukan hal yang mudah. Banyak hal yang tidak sesuai dengan bayanganku, tapi justru disitulah cukup banyak hal baru yang kupelajari tentang hidup, tentu bukan hanya sekadar algoritma dan pemrograman saja..:)) Di ITB, aku sempat mengikuti beberapa kegiatan di Kabinet Mahasiswa, menjadi anggota Himpunan Mahasiswa, Keluarga Mahasiswa Islam, dan terakhir diamanahi sebagai mas’ul di Muslim Informatika, yang kemudian melebur dengan Muslim Elektro menjadi Muslim STEI, sebuah tanggung jawab yang besar dan bisa jadi menjadi sebuah fitnah bagiku. Sebelumnya sempat diminta jadi presidium (hm,istilahnya aja yang sok keren..:) ) di ikatan Alumni SMA 3 Semarang yang di ITB (ALSTE ITB), namun tampaknya organisasi ini semakin sepi saja dari kegiatan.
Yup, demikian perkenalan saya semoga bermanfaat.
YM : sakti7387